PEMANFAATAN BLOG (JURNAL ONLINE) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS

Pada saat ini, perkembangan Teknologi dan Informasi Komunikasi (TIK) di
berbagai bidang sangatlah pesat dan dilihat sebagai suatu keperluan dan juga
kesempatan. Pada bidang pendidikan bahasa Inggris, misalnya, perkembangan
TIK dapat memberikan dimensi baru kemampuan literasi bagi pembelajar;
TIK mampu memberikan kesempatan berkreasi bagi penulis-penulis muda.
Kemampuan menulis yang baik sangatlah penting bagi pembelajar kelak.
Untuk mulai menulis, pembelajar bisa mulai dari sesuatu yang sederhana dan
informal, misalnya jurnal/diari kegiatan sehari-hari. Namun, pembelajaran
menulis saat ini masih dirasakan konvensional dimana pengajar masih sering
menyuruh pembelajarnya membuat suatu tulisan langsung tanpa proses
menulis. Seringkali topik yang diberikan terbatas sehingga kurang menarik,
tidak menantang eksplorasi, kehilangan unsur inovasi dan kreasi. Bahkan,
pengajarlah yang sering, selama ini, menjadi satu-satunya pemeriksa dari
tulisan pembelajar sehingga kurangnya umpan balik dan interaksi dalam
proses menulis tersebut. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan menulis pembelajar
dengan memanfaatkan TIK adalah dengan blog (jurnal online). Blog adalah
sebuah jurnal online dimana pembelajar bisa menulis apapun yang menurut
mereka menarik, mengeditnya, mempublikasikannya, dan bahkan
membuatnya menjadi media agihan (sharing) bagi semua yang terlibat
didalamnya. Dipercaya bahwa menulis dengan memanfaatkan blog dapat
memberikan audiens yang nyata dan potensial untuk perbaikan tulisan
pembelajar, inovasi, eksplorasi, dan kreasi yang lebih baik, memberikan
interaksi yang lebih dinamis, kemampuan literasi yang lebih baik, bahkan
perkembangan bekerja dalam tim.


DUNIA PENDIDIKAN KONVENSIONAL INDONESIA

DUNIA PENDIDIKAN KONVENSIONAL INDONESIA

Secara umum Dunia Pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadi

wacana yang publik di Indonesia, dalam arti dibicarakan secara luas oleh berbagai

kalangan baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan urusan

pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa permasalahan ini tidak pernah

menjadi perhatian. Upaya-upaya peningkatan kualitas mutu serta kuantitas yang

membawa nama pendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat

ini kita belum melihat hasil dari usaha tersebut.

e-Education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia. e-education

(Electronic Education) ialah istilah penggunaan IT di bidang Pendidikan. Internet

membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber

informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber

informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan

bagaimana kualitasnya?) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk

mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak

cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar

informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa

adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang

lebih banyak untuk diselesaikan.

Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untuk sistem ini, sebab seiring

dengan perkembangan zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan,

namun institut yang masih menggunakan sistem tradisional ini mengajar (di jenjang

sekolah tinggi kita anggap memberikan informasi) dengan sangat lambat dan tidak

seiring dengan perkembangan IT. Sistem konvensional ini seharusnya sudah

ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia. Karena sifat Internet

yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswa dapat memanfaatkan program-program

pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang

mereka sehingga kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber

belajar dapat teratasi. Dengan perkembangan pesat di bidang teknologi telekomunikasi,

multimedia, dan informasi; mendengarkan ceramah, mencatat di atas kertas sudah tentu

ketinggalan jaman.


Teknologi Informasi, Inovasi bagi Dunia Pendidikan

Teknologi Informasi, Inovasi bagi Dunia Pendidikan

KEDUDUKAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM

PEMBELAJARAN

Penggunaan

perkembangan jaman pertukaran informasi semakin cepat dan instant, sehingga

penggunaan system tradisional dalam mengajar yang mengandalkan tatap muka antar

guru dan murid akan menghasilkan pendidikan yang sangat lambat dan tidak seiring

perkembangan jaman.

Sistem tradasional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media

komunikasi multi media. Karena sifat internet yang dapat dihubungkan setiap saat,

artinya siswa dapat memanfaatkan program-prgram pendidikan yang disediakan di

jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka, sehingga kendala ruang

dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapa teratasi.

Kedudukan IT bagi Pendidikan

Sudah

memperkenalkan dan memulai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)

sebagai basis pembelajaran yang lebih mutakhir. Hal ini menjadi penting, mengingat

penggunaan IT merupakan salah satu faktor penting yang memungkinkan kecepatan

transformasi ilmu pengetahuan kepada para peserta didik, generasi bangsa ini secara

lebih luas. Dalam konteks yang lebih spesifik, dapat dikatakan bahwa kebijakan

penyelenggararan pendidikan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah

daerah, maupun masyarakat harus mampu memberikan akses pemahaman dan

penguasaan teknologi mutakhir yang luas kepada para peserta didik.

Program pembangunan pendidikan yang terpadu dan terarah yang berbasis teknologi

paling tidak akan memberikan multiplier effect dan nurturant effect terhadap hampir

semua sisi pembangunan pendidikan. Sehingga IT berfungsi untuk memperkecil

kesenjangan penguasan teknologi mutakhir khususunya dalam dunia pendidikan.

Pembangunan pendidikan berbasis IT setidaknya memberikan dua keuntungan.

Pertama, sebagai pendorong komunitas pendidikan ( termasuk guru ) untuk lebih

apresiatif dan proaktif dalam maksimalisasi potensi pendidikan. Kedua, memberikan

kesempatan luas kepada peserta didik memanfaatkan setiap potensi yang ada dapat

diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas.

Teknologi

Informasi

(TI)

dalam

pembelajaran

selayaknya

lembaga-lembaga

pendidikan

yang

ada

Adapun kedudukan IT dalam pendidikan yang lain adalah :

a.

mahasiswa,

b.

dapat digunakan

c.

Mempermudah

menghilangkan batasan ruang, jarak dan waktu.

Sharing Informatioan , sehingga hasil penelitian

bersama-sama dan mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan

Virtual University, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh

orang banyak

kerjasama

antara

pakar

dengan

Pemanfaatan IT bagi Pendidikan

Pesatnya perkembangan IT, khususnya internet memungkinkan pengembangan

layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Di lingkungan

perguruan tinggi, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu system yang

disebut electronic university (e-university). Pengembangan e-University bertujuan

untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat

memberi pelayanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam

maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang

bisa dilaksanakan melalui internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara on-

line dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan,

sehingga memberikan informasi bagi yang sulit mendapatkannya karena problem ruang

dan waktu.

Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab

dengan Implikasi IT di bidang Pendidikan adalah UI dan ITB. Semisalnya UI. Hampir

setiap Fakultas yang terdapat di UI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh

masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena

problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon

mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi

tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Contoh

lain adalah Universitas Swasta Bina Nusantara juga memiliki jaringan Internet yang

sangat mantap, yang melayakkan mereka mendapatkan penghargaan akademi

pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan pada situs mereka

dapat dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs-situs pendidikan luar

negeri seperti Institut Pendidikan California atau Institut Pendidikan Virginia, dan

sebagainya.

Pada tingkat pendidikan SMU implikasi IT juga sudah mulai dilakukan walau

belum mampu menjajal dengan implikasi-implikasinya pada tingkatan pendidikan

lanjutan. Di SMU ini rata-rata penggunaan internet hanyalah sebagai fasilitas tambahan

dan lagi IT belum menjadi kurikulum utama yang diajarkan untuk siswa. IT belum

menjadi media database utama bagi nilai-nilai, kurikulum, siswa, guru atau yang

lainnya. Namun prospek untuk masa depan, penggunaan IT di SMU cukup cerah. Selain

untuk melayani Institut pendidikan secara khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan

secara umum di indonesia. Ada juga layanan situs internet yang menyajikan kegiatan

sistem pendidikan di indonesia. situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang

berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan

sumber umum serta jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para

pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai wadah

untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama pendidikan.

Disamping lingkungan pendidikan, misalnya pada kegiatan penelitian kita dapat

memanfaatkan internet guna mencari bahan atau pun data yang dibutuhkan untuk

kegiatan tersebut melalui mesin pencari pada internet. Situs tersebut sangat berguna

pada saat kita membutuhkan artikel, jurnal ataupun referensi yang dibutuhkan. Inisiatif-

inisiatif penggunaan IT dan Internet di luar institusi pendidikan formal tetapi masih

berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah

satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara “Komunitas Sekolah

Indonesia”. Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com dan

smu-net.com

Pengembangan dan penerapan IT juga bermafaat untuk pendidikan dalam

kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu

aspeknya adalah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang

berpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang seringkali tidak bersahabat,

biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan IT untuk

pendidikan. IT sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fsasilitator utama untuk

meratakan pendidikan di bumi nusantara, sebab IT yang mengandalkan kemampuan

pembelajaran jarak jauhnya tidak terpisah oleh ruang, jarak dan waktu. Demi

penggapaian daerah-daerah yang sulit tentunya penerapan ini agar dilakukan sesegera

mungkin di Indonesia.

Adapun manfaat IT bagi bidang pendidikan yang lain adalah :

a. Akses ke perpustakaan

b. Akses ke pakar

c. Melaksanakan kuliah secara on line

d. Menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan

e. Menyediakan fasilitas mesin pencari data

f. Menyediakan fasilitas diskusi

g. Menyediakan fasilitas direktori alumni dan sekolah

h. Menyediakan fasilitas kerjasama


Isu-Isu Mutakhir

Menjelang akhir tahun ini berbagai isu di bidang pendidikan hangat
dibicarakan baik di tingkat nasional, regional, maupun di tingkat
internasional. Di Indonesia sendiri di samping masalah evaluasi mutu pendidikan melalui sistem Ujian Akhir Nasional (UAN) masih kontraversial, rencana pemekaran organisasi di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional dengan memisahkan Direktorat Jeneral Pendidikan Dasar dan Menegah menjadi Derektorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktorat Jenderal Pendidikan Menegah dan masa pakai buku pelajaran selama lima tahun yang dikemukakan oleh Menteri Pendidikan Nasional baru menjadi polemik yang belum
berkesudahan. Sementara itu pendidikan multikultural berkembang pula menjadi wacana yang ramai dibicarakan dalam berbagai seminar. Di lingkungan BPK PENABUR sendiri, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan termasuk mutu pelayanan pendidikan, sistem sekolah lima hari, program akselerasi, serta uji kompetensi guru, menjadi perhatian yang cukup besar. Kemajuan teknologi informasi dan teknologi komunikasi semakin merasuk hampir ke semua bidang kehidupan manusia serta semakin banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Kehadiran teknolgi informasi dan tenologi komunikasi itu juga menjadi pembicaraan yang hangat dalam Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka, dan Pustekom Depdiknas di Jakarta tgl. 1 dan 2 Desember 2004. Kemajuan teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempengaruhi proses pembelajaran di dalam dan di luar lembaga pendidikan. Paradigma terhadap pendidikan perlu dikembangkan selaras dengan kemajuan ilmu pendidikan dan kemajuan teknologi di bidang pembelajaran. Akan tetapi, nampaknya di samping teknologi pembelajaran yang semakin canggih, aspek lain yang dapat meningkatkan keberhasilan pembelajaran perlu juga diperhatikan. Aroma, yang selama ini Program Sekolah Lima Hari, Evaluasi Formatif
hampir luput dari pengamatan, ternyata mulai diteliti. Bagaimana sebenarnya pengaruh aroma dalam menumbuhkembangkan minat belajar?
Dalam rubrik ini diangkat pendidikan di era informasi, pengaruh aroma dalam proses pembelajaran, serta program akselerasi yang diselenggarakan oleh beberapa sekolah di lingkungan BPK PENABUR. Isu berikut ini mungkin dapat menggugah untuk mempelajarinya lebih jauh atau mengadakan penelitian di bidang itu.
Pendidikan di Era Informasi
Sistem pendidikan formal yang saat ini berlaku sebenarnya berawal dari jaman Revolusi Industri. Pada masa itu dibutuhkan cara melatih tenaga kerja pertanian untuk menangani pekerjaan di pabrik. Oleh karena itulah dibangun sistem sekolah untuk menciptakan mentalitas produksi massal. Sistem pendidikan ini memiliki ciri efisiensi dan keterukuran, serta menghasilkan tenaga kerja siap pakai. Akan tetapi sekarang ini kita berada di era informasi. Siswa dapat mengakses beribu-ribu topik berbeda dalam hitungan menit. Dalam era informasi ini, Revolusi Industri hanyalah tinggal kenangan. Oleh karena itu mengapa kita masih mendidik anak-anak kita untuk mempersiapkan mereka sebagai pekerja industri, dengan mengajarkan hafalan dan silabus akademik yang kaku? Anak-anak sekarang butuh belajar keterampilan yang akan menolong mereka memperoleh pekerjaan pada era sekarang ini dan dalam kultur masyarakat sekarang ini. Mereka perlu belajar bagaimana membuat keputusan mereka sendiri, bekerjasama dengan orang lain, dan memilah informasi yang membanjir. Lembaga-lembaga pendidikan diharapkan dapat memenuhi harapan tersebut. Sebagai suatu sistem, lembaga-lembaga pendidikan perlu memperhatikan perkembangan di Era Informasi yang menghendaki perubahan sebagai berikut.

Pengaruh Aroma dalam Belajar

Anak-anak, pada kenyataannya semua anak, secara rutin menggunakan penciuman secara terpadu dengan semua indera yang lain untuk menjelajahi dunia. Secara intrinsik, indera penciuman berperan penting, paling tidak hingga masa puber. Contohnya seorang remaja putri yang merasa nyaman dan tidur nyenyak dengan pakaian ibunya karena baunya seperti bau ibunya). Di samping itu anak senang bermain di ruangan atau lingkungan yang memberikan aroma yang disukainya. Bahkan berdasarkan penelitian Dr. Hirsch, anak bermain dengan alat atau mainan yang mengeluarkan aroma yang disukainya. Labih jauh lagi, Dr. Alan Hirsch, peneliti dari Chicago, menemukan aroma bunga yang diteteskan pada mainan itu ternyata membantu bayi belajar.
Hirsch tidak tahu tepatnya bagian apa dari aroma bunga yang berkhasiat. Tetapi orang tua dapat menciptakan suasana belajar yang positif di rumah. Caranya, menurut Hirsch, pertama-tama hilangkan sumber bau tidak enak. Kemudian temukan aroma bunga yang disukai anak dan sajikan dalam bentuk bunga kering, bunga segar, ataupun lilin beraroma yang dibakar. Aroma bunga akan membuat anak lebih terjaga dan meningkatkan daya ingatnya. Mungkin suatu hari nanti, kenangan anak tentang sekolah adalah aroma bunga, bukan lagi bau debu kapur tulis atau spidol. Hirsch mengatakan, bila penciuman dapat membangkitkan ingatan masa lalu, maka dia dapat membuatnya mempunyai efek yang lebih jauh lagi misalnya, anak dapat menjadi lebih pintar dan belajar lebih cepat hingga dua kali lebih. Campuran aroma bunga-bungaan ternyata efektif bukan hanya untuk bayi tetapi juga untuk anak-anak usia Taman Kanak-Kanak (TK). Hirsch tidak tahu tepatnya bagian apa dari aroma bunga yang berkhasiat. Mungkin aroma dapat meningkatkan koordinasi mata-tangan atau mungkin karena mampu mengaktifkan bagian otak yang normalnya tidak aktif. Penciuman memiliki hubungan langsung ke otak. Penciuman langsung mempengaruhi system lim-bic atau otak emosi. Itulah sebabnya penciuman dapat membangkitkan kenangan, demikian pendapat Hirsch.
Program Akselerasi
Sejak tahun pelajaran 2002-2003, BPK PENABUR Jakarta menyelenggarakan program akselerasi. Akselerasi adalah program percepatan belajar, yaitu siswa dapat menyelesaikan studi dalam satu jenjang pendidikan dengan lebih cepat. Pada jenjang Sekolah Dasar dimulai pada kelas 3, sehingga kelas 3 – 6 dapat diselesaikan dalam 3 tahun. Untuk jenjang SMP dan SMA dimulai pada kelas 1 dan dapat diselesaikan dalam 2 tahun. Program akselerasi ditujukan untuk melayani siswa berbakat dan berpotensi akademis tinggi, yakni siswa yang memiliki tingkat kecerdasan, kemandirian, dan kematangan emosional tinggi. Siswa berbakat yang dapat belajar jauh lebih cepat dari siswa seusianya dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu lebih singkat, sehingga mereka dapat segera melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sejak dimulainya program akselerasi di Indonesia bahkan juga di dunia, pro dan kontra mengenai program ini hingga sekarang belum tuntas. Kubu kontra akselerasi terutama meragukan kematangan pribadi dan sosial siswa. Pihak ini menyoroti bahwa keberhasilan seseorang lebih bergantung pada inteligensi emosional dan sosial seseorang dibandingkan IQ. Menjawab hal di atas, kubu pro akselerasi menyoroti bahwa anak berbakat biasanya lebih suka bergaul dengan orang lebih tua sehingga lebih cepat matang. Selain itu bahwa kematangan kepribadian dapat dirangsang dengan berbagai program eskalasi mental. Menyadari pentingnya mengetahui sejauh mana program akselerasi di BPK PENABUR Jakarta terlaksana sebagaimana seharusnya dan sejauh mana mencapai hasil yang dicapai, BPK PENABUR Jakarta berinisiatif untuk mengevaluasi program akselerasi ini secara menyeluruh dalam waktu dekat. Pengkajian akan meliputi semua aspek persiapan penyelenggaraan, seleksi siswa, kurikulum, guru, sarana prasarana, sistem evaluasi, bimbingan dan konseling, pembiayaan, dan output. Hasil kajian akan digunakan untukpenyempurnaan program akselerasi secara tepat dan terarah.


Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui E-Learning

Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi terutama teknologi informasi, pemanfaatan internet dalam bidang pendidikan terus berkembang. Pemanfaatan internet ini tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga dikembangkan dalam sistem pendidikan konvensional. E-learning adalah suatu model pembelajaran yang dibuat dalam format digital melalui perangkat elektronik. Tujuan digunakannya e-learning dalam sistem pembelajaran adalah untuk memperluas akses pendidikan ke masyarakat luas. Ilmu dan teknologi terutama teknologi informasi berkembang sangat pesat yang berdampak pada pelbagai perubahan sosial budaya. Contohnya e-commerce merupakan salah satu perubahan radikal dalam aspek ekonomi masyarakat modern saat ini. Di sektor pemerintahan ada e-government dan di sektor pendidikan sudah berkembang apa yang disebut e-learning.
Di Indonesia pemanfaatan teknologi internet dimulai sekitar tahun 1995 ketika IndoInternet membuka jasa layanan internet dan tahun 1997-an mulai berkembang pesat. Namun kini pemanfaatan teknologi ini masih didominasi oleh lembaga seperti perbankan, perdagangan, media massa, atau kalangan industri. Bila dilihat potensinya, dalam waktu mendatang mungkin saja lembaga pendidikan akan mendominasinya. Pemanfatan teknologi internet untuk pendidikan di Indonesia secara resmi dimulai sejak dibentuknya telematika tahun 1996. Seiring perkembangan zaman, pemanfaatan internet untuk pendidikan di Indonesia khususnya di perguruan tinggi terus berkembang yang dipelopori oleh Institut Teknologi Bandung. Pemanfaatan internet untuk pendidikan ini tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga dikembangkan dalam sistem pendidikan konvensional. Kini sudah banyak lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi yang sudah mulai merintis dan mengembangkan model pembelajaran berbasis internet dalam mendukung sistem pendidikan konvensional. Internet sebagai media baru belum memasyarakat. Demikian pula orang-orang yang terlibat dalam lembaga pendidikan belum terbiasa menggunakan internet. Penyelenggaraan pendidikan nasional yang bersifat konvensional,
mengalami banyak kendala ketika dituntut untuk memberikan pelayanannya bagi masyarakat luas yang tersebar di seluruh Nusantara. Kendala tersebut antara lain keterbatasan finansial, jauhnya lokasi, dan keterbatasan jumlah institusi. Saat ini telah berkembang teknologi informasi yang dapat dimanfaatan untuk mengatasi kendala tersebut. Sudah saatnya teknologi informasi dimanfaatkan secara optimal dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Terlebih di masa depan pendidikan akan ngahadapi persaingan global yang sangat ketat. Agar dapat memenangkan ataupun dapat ikut bermain dalam dinamika global membutuhkan prasyarat kekuatan kepercayaan diri dan kemandirian. Oleh karena itu artikel ini akan membahas tentang kemungkinan pengembangan mutu pendidikan melalui e-learning.


Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!